Selasa, 23 September 2014

Faktor Yang Sering Terjadi Dalam Keadaan Survival.

Faktor yang sering terjadi dalam keadaan survival.
Rasa Takut,
Bagi siapa pun yang berhadapan dengan situasi berbahaya, rasa takut merupakan hal wajar terjadi. Merupakan hal yang manusiawi jika kita merasakan rasa takut. Namun jika kita tidak dapat mengendalikan rasa takut, maka situasi akan semakin parah. Rasa takut akan berlanjut dengan kepanikan dan frustasi yang justru akan membahayakan hidup.

Rasa Sakit, Rasa sakit terkadang kita abaikan saat kita merasa panik. Ingat, selalu obati rasa sakit dari luka - luka sebelum menjadi parah.

Rasa Dingin, Rasa dingin dapat menjadikan kita sulit untuk berpikir, mati rasa pada bagian tubuh. Ingat, jangan pernah berhenti bergerak atau bahkan tertidur kecuali di shelter yang memadai.

Rasa Haus, Dehidrasi merupakan salah satu faktor yang dapat menggagalkan proses survival. Rasa haus merupakan satu faktor yang tidak boleh di abaikan saat berada dalam kondisi survival. Karna rasa haus dapat menimbulkan rasa lain yang membahayakan.

Rasa Lapar, Rasa lapar merupakan rasa yang membahayakan namun jarang menyebabkan kematian. Rasa lapar dapat di ikuti dengan rasa dingin, sakit dan takut. Ingat, jangan pernah memakan tumbuhan yang tidak dikenal. Lebih baik kelaparan daripada mati keracunan.

Rasa Lelah, Rasa lelah merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan dalam keadaan survival. Tak ada salahnya kita beristirahat, namun menyerah pada situasi merupakan kesalahan besar. Jadi mental dan pemikiran untuk melawan rasa lelah harus di tanamkan saat keadaan survival.

Rasa Bosan dan Kesepian, rasa ini merupakan salah satu faktor yang terkadang datang tanpa di antisipasi. Rasa ini dapat berujung pada perasaan frustasi yang membahayakan hidup.

Prioritas kondisi survival
1. Tindakan P3K bila mendapat cedera apapun bentuknya.
2. Menyiapkan perlengkapan untuk membuat sinyal darurat.
3. Memperoleh dan menghemat air minum.
4. Mencari dan membangun shelter.
5. Memperoleh dan menghemat makanan.
6. Jika memang diperlukan, persiapkan perjalanan.

Langkah Packing Ransel Yang Efektif

Langkah Packing Ransel Yang Efektif

Di kalangan penggiat ruang terbuka, packing merupakan suatu seni tersendiri yang wajib dilakukan saat hendak bepergian. Bahkan sering pula dikatakan bahwa cara seseorang melakukan packing merupakan cermin dari karakter pribadinya sendiri.
http://www.thebandungtour.com/wp-content/uploads/2013/06/mengemas-tas-koper.jpg
Menyusun barang di dalam ransel merupakan suatu seni tersendiri sehingga dalam prosesnya bergantung pada tingkat keahlian dan selera masing-masing individu. Seni packing ini pada dasarnya bertujuan untuk efisiensi peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa. Walaupun barang yang dibawa cukup banyak namun bisa ditampung semuanya ke dalam ransel, nyaman dan tidak merepotkan saat dipakai selama dalam perjalanan.
Berikut tips untuk menyusun barang dalam ransel :
1. Barang terberat berada di paling atas dan yang paling ringan berada di paling bawah. Hal ini bertujuan agar barang terberat tidak membebani pinggul yang dapat menyebabkan anda susah melangkah sehingga lebih banyak menghabiskan tenaga. Dalam proses pendakian, kaki harus di upayakan lebih bebas bergerak sehingga dapat mempercepat langkah dan juga tidak cepat membuat anda lelah. Perlu juga di perhatikan, penempatan barang-barang yang lebih berat diusahakan untuk lebih mendekati punggung. Hal ini agar beban lebih memberikan dorongan ke depan bukan ke belakang yang dapat menghabiskan tenaga anda untuk menahannya dan juga lebih rentan membuat anda terjungkal ke belakang saat dalam pendakian.
packing
2. Seimbangkan berat ransel antara sisi kiri dan kanannya. Hal ini berguna agar bagian pundak dapat lebih nyaman saat mengangkat ransel. Selain itu pula lebih memudahkan anda dalam menjaga keseimbangan selama pendakian, terutama saat melintasi jalur yang rawan dan berbahaya seperti saat berada di tepi jurang.
http://indonesia360derajat.files.wordpress.com/2014/01/b2a67-how-i-pack-lrg.jpg?w=576&h=435
3. Masukkan matras melingkar di sisi dalam ransel. Hal ini berguna agar lebih mudah untuk menyusun ataupun mengambil barang di dalam ransel. Selain itu pula dengan memasukkan matras melingkar di sisi dalamnya, bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih rapi. Biasanya matras yang melingkar di dalam ransel ini dibungkus pula dengan kantong plastik besar seukuran ransel. Hindari untuk meletakkan matras di luar ransel karena kurang efektif, terutama jika melakukan pendakian pada jalur yang memiliki vegetasi lebat karena rentan tersangkut dan membuat matras kotor duluan sebelum digunakan.
matras
4. Jadikan barang dalam satu wadah sesuai dengan kegunaannya. Seperti kumpulan alat mandi, pakaian dan beberapa barang lain yang tidak boleh terpisah. Usahakan wadah yang digunakan kedap air sehingga lebih aman dari rembesan air. Untuk pakaian sendiri sebaiknya wadahnya di pisah antara yang bersih dan yang kotor.
http://www.alatgunung.com/wp-content/uploads/2012/11/WashCenter1_inside.jpg
5. Manfaatkan ruang-ruang kosong pada peralatan seperti nesting atau panci sehingga lebih menghemat tempat. Ruang kosong tersebut bisa anda isikan dengan beras, telur ataupun dengan yang lainnya.
Selamat packing, selamat berpetualang

Tips Memilih Menu Makanan Dalam Pendakian


Tips Memilih Menu Makanan Dalam Pendakian

Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Jika sumber energi sudah dapat terpenuhi apapun kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik. Sebagai contoh adalah disaat pendakian gunung maka pola makanan juga harus diperhatikan dengan pemilihan menu makanan yang tepat sebagai sumber energi dalam pendakian.
Mendaki gunung adalah salah satu aktifitas yang sangat membuang banyak tenaga sudah pasti karbohidrat, vitamin, lemak, protein serta air harus terjaga dengan seimbang didalam tubuh agar energi yang dikeluarkan disaat pendakian bisa teratur. Suatu hal mutlak mesti dilakukan adalah cara memilih menu makanan yang cocok disaat pendakian.
Berikut beberapa tips memilih menu makanan yang pas disaat mau memulai pendakian gunung :
  • Makanan yang mengandung sumber tenaga (karbohidrat).
Makanan yang mengandung karbohidrat sangat dianjurkan disaat pendakian gunung. Sebagaimana fungsi karbohidrat yaitu :
  1. Sebagai sumber energi.
  2. Menjaga cadangan energi.
  3. Serta pembentuk protein dan lemak didalam tubuh.
Disaat pendakian sangat diperlukan energi untuk menambah daya tahan tubuh atas aktifitas yang penuh disaat pendakian dengan mengkonsumsi karbohidrat maka pasokan energi dalam tubuh akan dapat terpenuhi. Dan juga seorang pendaki mesti mempertimbangan jumlah kalori yang terkandung didalamnya. Ada beberapa makanan dengan ukuran ringan tetapi mengandung kalori yang tinggi contoh coklat, roti dan lain sebagainya dan saya sangat menganjurkan membawa makanan ini disaat pendakian.
  • Makanan yang tidak mudah basi.
Pendakian gunung  bukan merupakan kegiatan yang bisa dilakukan dengan waktu singkat maka sebaiknya kita dapat menyediakan makanan yang tidak cepat basi serta sangat mudah dibawa disaat pendakian. Misalkan makanan berbentuk kaleng seperti sarden, mie instan karena makanan-makanan ini cepat saji serta lumayan ringan jika dibawa saat pendakian.
  • Makanan yang mudah diolah.
Disaat pendakian, waktu sangat diperlukan untuk mencapai sebuah puncak pendakian, maka menu makanan yang mudah diolah merupakan salah satu faktor penting untuk menghemat waktu disaat pendakian karena untuk mencapai puncak ada target tertentu kapan mesti sampai disana. Misalkan di puncak gunung merupakan gunung yang mengeluarkan asap beracun dari kawah pada waktu tertentu, pastilah seorang pendaki harus memiliki target waktu yang dicapai disaat naik kepuncak dan disaat turun kembali ke tenda semula. Dengan mempersiapkan makanan yang cepat diolah maka seorang pendaki dapat meminimalisir waktu yang digunakan disaat pendakian.
  • Buah dan sayuran.
Sangat disarankan  membawa buah dan sayuran segar. Sekarang ini banyak alternatif seperti membawa buah dan sayuran yang dikemas di dalam kaleng. Sebaiknya pilih buah dan sayuran dalam kaleng yang lebih ringan dan tidak menghamburkan banyak sampah disaat anda melakukan pendakian agar dapat menjaga kelestarian alam.
  • Makanan yang cepat masak.
Makanan yang cepat masak sangat diperlukan disaat pendakian selain dapat menyingkat waktu, juga sangat berguna demi melancarkan proses pendakian. Salah satu contoh makanan yang cepat masak adalah mie instan, sereal, aneka soup kering dan beras instan. Tapi semua itu tergantung selera masing pendaki serta tingkat kesulitan disaat pendakian gunung maka pemilihan makanan yang cepat masak sangat diperlukan.
  • Makanan yang mudah dibawa (ringan).
Agar tidak menambah  beban pendakian disarankan membawa makanan yang ringan dan mudah dibawa karena perhitungan untuk sampai kepuncak pendakian  sangat diperlukan. Bisa jadi pendaki kelelahan disaat pendakian dan dengan membawa makanan yang lumayan berat, otomatis akan memperlambat waktu pendakian dan juga dapat mencelakai si pendaki untuk melewati jalur yang terjal. Dengan membawa makanan yang ringan untuk dibawa secara tidak langsung sudah mengurangi resiko yang terjadi disaat pendakian.
  • Air.
Air merupakan faktor terpenting dalam tubuh karena komponen terpenting dalam sel tubuh adalah air sebesar 70—80 % sedangkan dalam sel lemak kurang lebih 10 % dan air berperan besar dalam darah mengandung 83 % cairan lambung hormone, enzim, otot dan juga menjaga tonus otot sehingga otot mampu berkontraksi. Sedangkan sebagian besar pendakian otot berperan besar dalam tubuh kita disaat pendakian. Bisa anda bayangkan seorang pendaki gunung tanpa air, maka sangat disarankan bawalah air secukupnya disaat pendakian agar tidak terjadi dehidrasi bagi pendaki sehingga dapat memaksimalkan tubuh dalam pendakian.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor diatas maka menu makanan merupakan satu kesatuan yang perlu diperhatikan bagi seorang pendaki gunung.
Biasanya beberapa menu makanan selalu dibawa oleh para pendaki gunung yang sudah berpengalaman, tentunya dengan memperhatikan menu makanan apa yang cocok buat pendaki itu sendiri serta penempatan menu makanan yang tergantung dari kondisi pegunungan yang akan di daki.
Sudah suatu kewajiban seorang pendaki menyiapkan peralatan tempur mereka untuk melewati halangan dan rintangan jalur yang terjal selain berlatih fisik, doa serta pemilihan menu makanan juga merupakan salah satu faktor penting bagi seorang pendaki gunung. Selamat mendaki!

Tips Petunjuk Menghemat Tenaga saat Mendaki Gunung


  1. Usahakan tetap kering
    tubuh yang basah menyerap oanas badan untuk penguapan air dari permukaan tubuh.
    Panas tubuh ini harus dipertahankan dengan lebih banyak membakar persediaan makanan dalam tubuh
  2. Jangan berkeringat
    meskipun tubuh kering, sebetulnya tubuh memberikan uap air kepada pakaian bila anda berkeringat. Ini berarti tubuh anda mengeluarkan panas tambahan untuk menguapkan air dari tubuh,
    Berkeringat jangan membuat anda haus, padahal mungkin persediaan air sangat terbatas.
  3. Lakukan pekerjaan-pekerjaan dengan lambat
    Dalam segala kegiatan yang menggunakan otot, seoerti membuat tempat perlindungan, membelah kayu. dan lainnya sebaiknya dikerjakan dengan lambat (tidak tergesa-gesa)
  4. Beristirahatlah
    Biasakan untuk beristirahat selama lima menit setiap jam paling sedikit. Maksudnya adalah untuk memungkinkan otot-otot membuang hasil tak berguna yang terkumpul karena badan memeras tenaganya. Tetapi hindari agar jangan terlalu banyak berhenti dalam bekerja.
  5. Minum cairan yang dipanaskan
    Jika anda menelan air dengan tenaga dalam tubuh harus memanaskan cairan untuk sampai menyamai suhu badan. Untuk menghemat kalori, minumlah air yang hangat.
  6. Pakailah penutup kepala
    Orang-orang eskimo dan penduduk daerah dingin lainnya selalu menggunakan penutup kepala.
    Otak menerima 20% persediaan darah tubuh, dan 25% pemasukan oksigen. Kepala yang terbuka menghamburkan panas tubuh.
  7. Nyamankan diri sendiri
    Bila anda merasa tidak nyaman mengerjakan sesuatu pekerjaan, itu artinya anda melakukan segala sesuatu yang tidak tepat.
  8. Jangan Panik
    Usahakan bersikap tenang sewaktu kita mendapatkan masalah saat mendaki gunung. karena itu akan membantu kita untuk menghemat tenaga kita.
  9. Ingatlah waktu (arloji yang berharga)
    perkirakan waktu saat kita melakukan pendakian di gunung.
  10. Banyak banyak makan
    Janganlah sekali-kali kita tidak makan (makanan berat) pada saat kita mendaki gunung

Artikel Bivoack

Bivoack

Dalam kegiatan alam bebas, setiap orang perlu memiliki bekal dasar survival yang salah satunya adalah membuat bivoack. Hal ini sangat diperlukan sebagai bekal ketika seorang penggiat bertemu dengan keadaan kritis seperti tersesat, walaupun hal tersebut tidak diharapkan ketika dalam melakukan aktifitas alam bebas.

Bivoack merupakan tempat tinggal sementara yang dipergunakan saat keadaan tidak memungkinkan untuk mendirikan tenda. Ini menjadi alternatif pengganti tenda sebagai tempat benaung atau berlindung dalam kegiatan di alam bebas. Bivoack adalah salah satu keterampilan dalam mempertahankan hidup dialam terbuka (survive) yang harus dimiliki seorang petualang bila tersesat di hutan, gunung. Bivoack adalah tempat untuk berlindung dan bermalam di hutan. Membuat tempat perlindungan jadi penting ketika terjadi hal-hal darurat.

Secara umum, bivoack diperlukan ketika dalam keadaan darurat. Akan tetapi bivoack tak hanya dibuat ketika keadaan itu saja, bivoack juga dipakai pada saat membuat camp sementara.Sebelum kita mengetahui bagaimana pembuatan bivoack, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengenal beberapa jenis bivoack.

Bivoack Alam

Bivoack jenis ini dibuat dari bahan-bahan alami atau sudah ada di alam. Bahan alami yaitu terbuat dari bahan daun-daunan, ranting, batang pohon yang tumbang dan sejenisnya. Sedangkan yang sudah ada di alam seperti goa, lubang atau lekukan tanah, sela-sela batu atau tebing dan lain-lain.
  • Bivoak alami di daerah tropis
  • Bivoak alami yang dibuat ketika berada di daerah tropis lebih banyak memanfaatkan pohon tumbang, dahan, ranting dan daun serta tumbuhan-tumbuhan.Batang dan dahan merupakan bagian pokok untuk membuat pondasi dari bivoak itu sendiri. Ranting bisa dijadikan rangka untuk menempatkan daun-daunan serta tumbuhan sebagai pelindung angin malam atau teriknya panas di waktu siang hari.


  • Bivoak alami di dekat batu
  • Sedangkan membuat bivoak alami pada daerah berbatu bisa dibuat lebih banyak memungkinkan untuk mempergunakan ruang kosong dari batu-batu besar atau dengan menyusun batu menjadi ruang yang cukup untuk perlindungan sementara.

Bivoack Buatan

Bivoack buatan merupakan jenis bivoack yang terbuat dari bahan yang bisa kita temukan di pasar dan toko toko. Biasanya bahan bivoack ini seperti ponco atau jas hujan, flysheet atau lembaran plastik



Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bivoac:
  1. Tempat harus datar, rata, enak buat tidur
  2. Bukan merupakan jalan hewan, manusia atau air
  3. Jangan di bawah pohon yang sudah tua/lapuk atau di bawah tebing yang labil serta jangan terlalu merusak alam sekitar
  4. Dekat dengan sumber air, bukan sarang nyamuk / serangga juga tanaman busuk karena tempat itu tidak sehat dan kurang aman
  5. Aman dari ancaman hewan atau keganasan alam (banjir, lahar,longsor) antisipasi : buat parit di sekeliling bivak, tebarkan garam, buat api unggun

SURVIVAL


Definisi Survival
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Macam survival
Banyak persi yang mebagi survival menjadi berapa bagian :
1. Survival Kelompok
Ialah perlengkapan yang berguna untuk kelompok
Contoh :
a. Tenda
b. Kompor
c. Caril
d. Alat navigasi
e. Dll
2. Survival pribadi
Ialah peralatan pribadi
Contoh :
a. Pakaian
b. Sarum tangan
c. Kaos kaki
d. Sepatu / sandal
e. Sebo / topi / selayer
f. dll
3. Survival kit
Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :
Contoh :
a. Perlengkapan meman
b. Pisau
c. Tali kecil
d. Senter
e. Cermin suryakanta, cermin kecil
f. Peluit
g. Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
h. Tablet garam, norit
i. Obat-obatan pribadi
j. Jarum + benang + peniti
k. dll
Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor
1. Sikap mental
a. Semangat untuk tetap hidup
b. Kepercayaan diri
c. Akal sehat
d. Disiplin dan rencana matang
e. Kemampuan belajar dari pengalaman
2. Pengetahuan
a. Cara membuat bivak
b. Cara memperoleh air
c. Cara mendapatkan makanan
d. Cara membuat api
e. Pengetahuan orientasi medan
f. Cara mengatasi gangguan binatang
g. Cara mencari pertolongan
3. Pengalaman dan latihan
a. Latihan mengidentifikasikan tanaman
b. Latihan membuat trap, dll
4. Peralatan
a. Kotak survival
b. Pisau jungle , dll
5. Kemauan belajar
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
1. Ketegangan dan panik
2. Matahari / panas
3. Serangan penyakit
4. Kemerosotan mental
5. Bahaya binatang beracun dan berbisa Keracunan
6. Keletihan amat sangat
7. Kelaparan
8. Lecet
9. Kedinginan
Makanan
Patokan memilih makanan :
a. Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
b. Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
c. Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
d. Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
e. Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan
f. Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
g. Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
h. Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak
Membuat Bivak (Shelter)
Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin
Jenis - jenis Shelter :
a. Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang
Tidak ada gas beracun
Tidak mudah longsor
b. Shelter buatan dari alam
c. Shelter buatan
Hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan bivak (Shelter) :
a. Usahakan dirikan bivak di daerah yang datar
b. Perhatikan arah mata angin
c. Bagian yang berlubang pada bivak letakan dalam posisi bersilang dengan arah mata angin
d. Jangan mendirikan bivak di daerah yang cekungJangan mendirikan bivak di dekat aliran sungai, tapi harus dekat dengan sumber air.
e. Jangan dirikan bivak di dekat pohon yang sudah mati walaupun ia masih berdiri tegak
f. Bivak jangan sampai bocor
g. Jangan telalu merusak alam sekitar
h. Terlindung langsung dari angin
i. Bukan berada dilintasan binatang buas

REPLING & PRUSIKING



1. PRUSIKING
   Prusik (diucapkan "prʌsɪk") adalah halangan gesekan atau simpul yang digunakan untuk meletakkan tali kecil di sekitar loop tali, diterapkan dalam pendakian, canyoneering, mountaineering, caving, penyelamatan tali, dan oleh arborists. Dalam kegiatan di alam biasanya diartikan sebagai sebuah kegiatan menaiki atau memanjat sebuah tali (carmantel) dengan bantuan dua buah tali kecil (prusik) beserta peralatan yang mendukungnya,terserah anda mendeskripsikan prusiking intinya menaiki tali dengan prusik, hehe... Adapun seni dalam prusiking itu bermacam-macam. Dalam perlombaan ada beberapa jarak ketinggian yang di tentukan.

2. OPER CARABINER


Disini biasanya kesulitannya para pemula. Oper carabiner adalah kegiatan mengganti posisi dari keadaan naik sekarang di haruskan turun dengan cara mengoper/mengganti tempat carabiner yang mula mula terpasang di prusik sekarang harus di lepaskan dan menggantinya pada sebuah figur dan melepas semua prusik. Bagi pemula kegiatan ini menyusahkan. Dalam lomba kegiatan ini biasanya yang menentukan barang siapa yang bisa cepat mengoper akan menang karena kecepatan memanjat biasanya rata-rata pada pendaki. Adapun seni / cara mengoper ada bermacam-macam mulai dari yang sederhana sampai yang exstrim dengan langsung melepas prusik, kemudian repling.
     

3. REPLING
   Repling adalah kebalikan dari prusiking, kalau prusik keatas sekarang kebawah dengan bantuan figur dari sebuah ketinggian. Dalam repling juga ada beberapa seni mulai dari yang biasa duduk sampai yang kepala di bawah atau yang seperti para pak tentara tentara.




ALAT-ALAT KERNMANTEL,WIBING,KARABINER,ANGKA8,KAOS TANGAN,TALI PRUSIK. 

Cara memasang wibing adalah dengan cara :
1.pertama atur terlebih dahulu panjang tali jiwa atau wibing tersebut supaya sama panjangnya
2.kita harus mengikatkan pada pinggang kita
3.selipkan kedua pangkal paha dari depan ke belakang

Cara praktek prusiking [naik pada tebing]adalah :
1.kita harus pasang wibing dengan benar agar keselamatan terjamin
2.pasang tali frusik pada karmantel
3.setelah itu kita harus pasang karabirskru pada weabing dan tali frusik pada bagian atas
4.setelah itu mulailah memanjat dengan cara [1].naikkan tali frusik bagian atas. [2].setelah itu naikkan tali frusik bagian bawah dan injak lalu kita naik ke atas. [3].kita harus melakukan dengan berulang-ulang. jika kita melakukan penurunan kita harus melalui langkah-langkah berikut tetapi agak berbeda dengan cara naik ke atas,weabing tali jiwa di pasang terlebih dahulu kemudian sneep di masukkan ke tali jiwa,angka8 dimasukkan kekernmantel, kemudian di masukkan ke sneep. lalu kita coba setelah ki mau turun posisi badan harus dengan jongkok dan posisi tangan tangan kita yan sebelah kanan berada di belakang sedangkan tangan kiri kita berada di depan lalu kita turun tapi sebelum kita turun haru baca doa terlebih dahulu.. :-)

carabiner non screw

Kernmantel

Carabiner screw
Webing

Figure 8

Untuk kawan-kawan yang belum mencoba repling dan prusiking maupun oper carabiner dapat mencoba dengan teman yang sudah bisa ya, dan ingat jangan mencobanya sendiri.
Dijamin asik dan bikin ketagihan deh, Keep Smile & Spirit :)